Minggu, 07 Januari 2018

FRIENDZONE Part 4

Kelas terdengar riuh karena tidak ada guru yang mengajar di kelasnya. Seketika kelas menjadi hening saat ada seseorang yang membuka knop pintu.
“Kok pada diem sih?” Tanya Athaya dengan muka polosnya.
Ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Athaya, semua murid dikelas sudah pada panas dingin takut pak iman guru agama yang datang untuk mengajar.
“Ah Aya kampret. Gua kira pak iman.”
“Aya sialan lu”
“Si kambing emang bikin gua kaget aja. Udah tau gua lagi barter film”
“Kenapa pada marah sama gua? Salah apa gua?” Gumam Athaya dalam hati.
Dengan muka bodo amat Athaya melangkahkan kakinya ke meja paling belakang pojok sebelah kiri. Tidak ada orang disitu, karena Athaya memang duduk sendiri dan melarang orang lain merebut tempat terbaik untuk tidur saat pelajaran Bahasa Indonesia dan beberapa pelajaran yang menurutnya membosankan.
Kalau sudah tidak ada guru seperti ini dia bingung mau ngapain. Athaya mengambil earphone yang selalu ada di kantong rok abu-abu nya. Athaya menikmati lagu yang sengaja dia putar secara Random dan memfullkan volumenya.

Baru beberapa detik Atahya mendengarkan lagu, tiba-tiba ada seseorang yang melepaskan earphone dari telinganya. Athaya ingin marah tetapi dia baru saja bertemu sosok yang berhasil mengisi ruang hatinya. Si mata abu-abu terang yang bisa membuatnya nyaman dalam sekejap.


Bogor, 13 December 2017

Senin, 01 Januari 2018

FRIENDZONE Part 3

Part 3


Dengan amat terpaksa Athaya melangkah masuk kesekolah sambil memasang muka polos, agar bu Sita memberinya akses masuk. “Pagi ibu Sita. Ibu kok hari ini cantik banget sih?” Ucap Athaya dengan senyum manis.
“Gak usah puji saya Athaya, saya tau saya cantik. Kenapa bisa telat?” Tanya bu Sita dengan mata yang melotot memperhatikan Athaya dari atas hingga bawah.
“Kamu pake baju yang bener dong! Masa pakenya yang kayak gitu. Mau jadi cabe-cabean?”
Athaya mengernyitkan dahi karena bingung dengan ucapan bu Sita. Memang Athaya memakai baju yang ngepress badan tapi seketika mata Athaya melotot saat matanya ke arah seragam yang dia pakai.
“Astaga ya Allah! Sumpah bu saya gak tau kalo baju saya kayak gini.” Ucap Athaya yang terkejut sambil membenarkan kancing baju seragamnya yang terbuka.
“Pantesan daritadi pada ngeliatin. Orang kancing seragam gua kebuka. Mana kancing yang tengah. Padahal tadi udah gua kancingin deh kenapa bisa kebuka ya?” Tanya Athaya dalam hati.
“Heh malah bengong lagi! Udah sana masuk, kali ini saya bebasin kamu ya. Besok-besok kamu begini lagi saya gak segan-segan untuk nyuruh kamu pel semua lantai 2.” Ancam bu Sita


Bogor, 12 December 2017

FRIENDZONE

PART 2

Athaya Cahaya Senja, dia bukan anak yang di takuti seantero sekolah. Dia hanya anak perempuan biasa dengan umur 17 tahun. Sifatnya terbilang “sesuai mood dan sikap orang” terhadap dia. Athaya atau biasa di panggil Aya tidak pintar dalam berbagai hal mulai dari akademik maupun non akademik. Tidak ada yang bisa di banggakan dari sosok seorang Aya. Setelah rapih Athaya turun kebawah untuk langsung bergegas kesekolah. Athaya melihat meja makan seperti biasa, hanya ada makanan tanpa ada orang disana. Dengan malas Athaya melewati meja makan yang dulu penuh dengan canda tawa serta kebahagiaan tetapi sekarang berbeda.
Athaya segera menaiki motor matic nya dengan terburu - buru takut terkena macet, Ah dan hari ini bu Sita yang menunggu gerbang depan sekolah.
“Ah sial! Salah apa hamba hari ini ya Allah!!” Ingin Athaya teriak tapi mana berani ia mencari masalah sama bu Sita, Athaya melihat gerbang sekolahnya sudah ada bu Sita yang sudah bertengger, seperti burung kakak tua, hinggap di jendela, kalau sudah tua cepet mati aja. Nyambung – nyambungin ya gengs


Bogor, 11 December 2017

FRIENDZONE

PART 1

Apakah kalian tau rasanya tidak di pedulikan? Dicaci setiap orang? Dihina? Atau di yang lebih dari itu semua? Aku ingin bercerita tentang apa yang selama ini aku pendam dan ini bukan cerita romantis yang dengan embel-embel jalan hidup semulus jalanan tol.
Maaf jika aku kurang dalam segala hal, tidak seperti dia yang selalu berhasil menarik perhatian mu. Aku hanyalah aku yang lemah dalam segala hal, bahkan dalam hal bernafas pun aku sudah kalah dari dia.
Aku menuliskan ini bukan bermaksud menyinggung masa lalu kita, tapi aku menulis cerita ini hanya untuk memberitahu kepada seluruh dunia bahwa aku juga bisa seperti dia yang selalu di inginkan semua orang.
******
Matahari sudah menampakan sinarnya. Sang gadis berusia 17 tahun itu pun mengerang karena cahaya matahari terlalu mencolok kelopak matanya, tetapi dia enggan untuk membuka matanya. Suara alarm dari jam wekernya pun seakan-akan ikut berpartisipasi dalam membangunkan sang gadis.
KRINGGGG
TAK!
Suara alarm itupun berhasil berhenti berdering setelah sang empunya melemparkannya ke seembarang arah. Dengan amat sangat terpaksa gadis tersebut bangun dari tempat tidurnya.
“Ah elah, gak bisa ngeliat gua baru molor apa ya?” Gumam gadis tersebut sambil mengambil jam weker yang tadi ia lempar, lalu ia taruh kembali ketempatnya dan berlalu untuk bersiap-siap ke sekolah.


Bogor, 10 December 2017

Dampak Buruk dari Narkoba Bagi Bangsa dan Negara


Pengertian Narkoba
Menurut WHO (1982) Narkoba adalah Semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukankedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.

Jenis – Jenis Narkoba
1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya, dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok. Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama, tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya, dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya, kesehatannya akan menurun drastis.
Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.
2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sinilah dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh kenikmatan yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang, pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan menurunnya tekanan darah, kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.
3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untuk mendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.
4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

Faktor Penyebab mengkomsumsi Narkoba
1.      Coba – coba
2.      Senang – senang
3.      Menggunakan pada saat tertentu atau keadaan tertentu
4.      Penyalahgunaan
5.      Ketergantungan
Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yang telah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yang akan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakan pada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ – organ tubuh seperti jantung, paru-paru, hati dan ginjal.
Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai. Kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum , dampak kecanduan narkoba dapat dilihat pada fisik, psikis, maupun sosial seseorang.

Bahaya Atau Dampak Yang Ditimbulkan
* Mempengaruhi Kesehatan Fisik
* Mempengaruhi Psikologi
* Dampak pada lingkungan sosial
* Melanggar Undang-Undang
* Narkoba Penghancur masa depan

* Narkoba akan menghancurkan kehidupan

Pinwheel

People are all on the outside
Ask me if the wind does not catch me.
I just want to go over it.
Why are you asking me to forget everything?


I will not be sorry for you in the distant future.

I'll wait for you all the time.

Do not cry though
I feel sad.
Remain dim
Laughing for you




Lyrics by Seventeen - Pinwheel

Without You

Aku takut karena ini akan menjadi berat tanpamu
Aku takut akan kesendirian
Aku biarkan waktu berlalu dengan bodohnya
Aku bahkan tidak tahu jika sudah terlewati

Aku pikir aku akan menggila seperti ini
Aku pikir itu akan membuat merasa lebih baik
Aku meguasai diriku sendiri tapi berakhir pada kekhawatiran yang sama
Terserahlah, Aku tidak akan melakukan ini lagi yeah

Aku sekarang tahu kamu tidak akan di sana lebih lama lagi
Terasa sakit saat mengetahuinya
Dan untuk mengatakan aku baik-baik saja

Aku tidak ingin
Rasa sakit yang sangat
Bahkan untuk memikirkanmu



Lyrics by Seventeen - Without You

 

Welcome To my Blog Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang