PART 1
Apakah kalian tau rasanya tidak di pedulikan? Dicaci setiap orang? Dihina? Atau di yang lebih dari itu semua? Aku ingin bercerita tentang apa yang selama ini aku pendam dan ini bukan cerita romantis yang dengan embel-embel jalan hidup semulus jalanan tol.
Maaf jika aku kurang dalam segala hal, tidak seperti dia
yang selalu berhasil menarik perhatian mu. Aku hanyalah aku yang lemah dalam
segala hal, bahkan dalam hal bernafas pun aku sudah kalah dari dia.
Aku menuliskan ini bukan bermaksud menyinggung masa lalu
kita, tapi aku menulis cerita ini hanya untuk memberitahu kepada seluruh dunia
bahwa aku juga bisa seperti dia yang selalu di inginkan semua orang.
******
Matahari sudah menampakan sinarnya. Sang gadis berusia 17
tahun itu pun mengerang karena cahaya matahari terlalu mencolok kelopak
matanya, tetapi dia enggan untuk membuka matanya. Suara alarm dari jam wekernya
pun seakan-akan ikut berpartisipasi dalam membangunkan sang gadis.
KRINGGGG
TAK!
Suara alarm itupun berhasil berhenti berdering setelah
sang empunya melemparkannya ke seembarang arah. Dengan amat sangat terpaksa
gadis tersebut bangun dari tempat tidurnya.
“Ah elah, gak bisa ngeliat gua baru molor apa ya?” Gumam
gadis tersebut sambil mengambil jam weker yang tadi ia lempar, lalu ia taruh
kembali ketempatnya dan berlalu untuk bersiap-siap ke sekolah.
Bogor, 10 December 2017
Bogor, 10 December 2017
0 komentar:
Posting Komentar