Kelas terdengar riuh karena tidak ada guru yang mengajar
di kelasnya. Seketika kelas menjadi hening saat ada seseorang yang membuka knop
pintu.
“Kok pada diem sih?” Tanya Athaya dengan muka polosnya.
Ternyata yang membuka pintu tersebut adalah Athaya, semua
murid dikelas sudah pada panas dingin takut pak iman guru agama yang datang
untuk mengajar.
“Ah Aya
kampret. Gua kira pak iman.”
“Aya sialan
lu”
“Si kambing
emang bikin gua kaget aja. Udah tau gua lagi barter film”
“Kenapa pada
marah sama gua? Salah apa gua?” Gumam
Athaya dalam hati.
Dengan muka bodo amat Athaya melangkahkan kakinya ke meja
paling belakang pojok sebelah kiri. Tidak ada orang disitu, karena Athaya
memang duduk sendiri dan melarang orang lain merebut tempat terbaik untuk tidur
saat pelajaran Bahasa Indonesia dan beberapa pelajaran yang menurutnya
membosankan.
Kalau sudah tidak ada guru seperti ini dia bingung mau
ngapain. Athaya mengambil earphone yang selalu ada di kantong rok abu-abu nya.
Athaya menikmati lagu yang sengaja dia putar secara Random dan memfullkan
volumenya.
Baru beberapa detik Atahya mendengarkan lagu, tiba-tiba
ada seseorang yang melepaskan earphone dari telinganya. Athaya ingin marah
tetapi dia baru saja bertemu sosok yang berhasil mengisi ruang hatinya. Si mata
abu-abu terang yang bisa membuatnya nyaman dalam sekejap.
Bogor, 13 December 2017
0 komentar:
Posting Komentar